Followers

Saturday, 3 September 2016

THATS NIGHT !!!!!


Sesuai dengan perjanjian aku menemui Reno di sebuah taman pinggir kota.
"Lisa... Itukah kamu ?? " seseorang memanggilku dari belakang
"Reno ?? Apa ini sungguhan ?? " aku langsung berhambur memeluknya..
Rasanya nyaman dan hangat sekali saat aku memeluknya..
Kami menangis bersama melepas rindu..
"Krik..krik.." Reno berusaha memecah keheningan di antara kami
"Hmm iya .. Kamu kemana aja selama ini ??" tanyaku
"Aku ikut orang tuaku ke Medan, Ayahku dipindahkan kerja kesana waktu itu. Kamu sendiri knp ngga pernah ngehubungin aku ?? Kamu juga ngga pernah jawab email dari aku kan ?? Kenapa lis ??"
" Sebenarnya aku kangen banget sama kamu tp aku ngga berani telepon kamu !! " air mataku mulai membendung lagi
"Tp knp lis ??? Kenapa km ngga berani ??"
"Diana bilang kamu ngga mau lagi bicara sama aku sejak saat itu dan memutuskan untuk pindah sekolah Dan .." sebelum aku menyelesaikan ucapanku Reno memelukku sangat erat,
Saat aku mencoba untuk melepaskan pelukannya justru dia semakin erat memelukku.
"Lisa.. Dengerin aku baik-baik .. Aku ngga mungkin menjauhimu apalagi tidak ingin berbicara padamu..jadi jangan pernah berpikir seperti itu." 
"Iya baiklah tp ada sesuatu yang ingin ku bicarakan padamu"
"Bicaralah aku akan mendengarkanmu"
"Tidak di sini ayo ikut aku" kami pun memasuki sebuah cafe yang sudah menjadi langgananku.
Setelah memilih tempat duduk yang pas " sebentar ya aku mau kesana dulu " tunjuku ke arah panggung
Reno kelihatan bingung dengan perkataanku barusan.. Setelah bercakap-cakap dengan manager di cafe ini ya dia sepupuku jadi gampang untuk membujuknya
Aku menaiki panggung
"Selamat malam semuanya khususnya kamu Reno.. Di sini aku akan menyanyikan lagu untukmu" terdengar tepuk tangan dari pengunjung cafe ini
(Adele - all I ask)
I will leave my heart at the door
I won't say a word
They've all been said before, you know
So why don't we just play pretend
Like we're not scared of what is coming next
Or scared of having nothing left
Look, don't get me wrong
I know there is no tomorrow
All I ask is
If this is my last night with you
Hold me like I'm more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?
I don't need your honesty
It's already in your eyes
And I'm sure my eyes, they speak for me
No one knows me like you do
And since you're the only one that matters
Tell me who do I run to?
Look, don't get me wrong
I know there is no tomorrow
All I ask is
If this is my last night with you
Hold me like I'm more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?
Let this be our lesson in love
Let this be the way we remember us
I don't wanna be cruel or vicious
And I ain't asking for forgiveness
All I ask is
If this is my last night with you
Hold me like I'm more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?
.. Selesai menyanyikan lagu itu aku segera menghampiri Reno yang sepertinya akan pergi karena merasa ingin menangis ( yah kalian tahu lah dia kan jaim banget hahaha)
Aku berusaha menggapai tangannya. Saat sudah sampai di basement air mataku tidak bisa di bendung lagi aku menangis dan itu membuat Reno menghentikan langkahnya.. Yah dia berbalik menuju ke arahku, "Lisa .." dengan suara yang bergetar dia meraih tanganku.. 
"Tatap aku Lisa.. Aku ngga peduli lagi km lihat aku nangis kayak gini, tp aku mencintaimu dan itu tulus aku sangat mencintaimu Lisa Ayunda Supriambodo" 
"Maaf aku tidak tahu kalau kita memiliki perasaan yang sama aku kira km cuma menganggapku teman dekat atau sahabat" jawabku sedikit bergetar karena terkejut oleh kata-katanya
Kamipun saling berpelukan menumpahkan segala perasaan yang sudah lama di pendam sangat dalam.

SHE IS MY LADY 6


Hi semua ketemu lagi bareng mochi hahaha kelamaan ya hiatusnya :v
Tp tenang aja cerita ini bakal tetep berlanjut seiringnya waktu
Btw yang diatas itu nicho loh !!!!
Gila ganteng abis hahaha....
Nicho POV
Aku tidak tau apa yang ada pada diriku aku mendekatinya, dan cup aku mencium keningnya, dia ternganga melihat kelakuanku
"Selamat datang di jakarta" aku mencoba mengalihkan perhatiannya
Manda POV
"Apa yang dia lakukan padaku ? Dan apa maksudnya tiba-tiba mencium keningku ? Aku semakin merasa di gantung dengan hubungan ini.
Apa dia sungguh mencintaiku ??? Oh tidak apa yang sedang aku pikirkan aku ngga boleh serakah maksudku sudah beruntung sekali diriku karena seorang nicho mau membantuku.
Aku tersadar dari lamunanku
"Selamat datang di jakarta" ha apa aku ngga salah dengar ? Ternyata dia hanya mengucapkan selamat datang padaku....
Silau fajar mengganggu tidurku pada pagi hari...
Aku menyadari ada seseorang yang sedang mengawasi tidurku
Karena merasa terganggu aku membuka kedua mataku dan "aaaaaaaaa" aku menjerit dengan sangat keras ketika melihat sesosok lelaki di sebelahku.. Ya dia nicho
"Ada apa baby ? " tanyanya padaku
" loh kamu kok tidur disini ? Kok aku bisa disini ? Apa yang kamu lakukan terhadapku ?" aku mencoba tenang dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu padanya.
"Apa kamu lupa baby ? Kemarin kita ke Jakarta dan kamu ada di apartemen aku oh iya aku cuma mengingatkan kalau aku ngga ngapa-ngapain kamu" hmn lagi-lagi dia menjawabku dengan sindirannya
Nicho POV
Apa maksudnya tadi ??? Dia berteriak keras ketika menatapku setelah dia bangun.
Dia pikir aku hantu apa ? Dasar Manda dari dulu ngga pernah berubah hahaha. Aku tertawa dalam hati melihat tingkahnya
Aku termenung di atas kursi makan sambil menunggu Manda yang sedang memasak makanan di dapur.
Apa yang sebenarnya telah terjadi padamu Man ?? Sampai aku tidak mengenalimu waktu itu, setelah berbicara dengan mamimu barulah aku menyadari siapa dirimu. Tp kenapa ?? Kenapa semua ini terjadi padamu?? Sepertinya dunia telah mencampakanmu
"Hei !! Ada apa denganmu ??" ia menghampiriku dengan membawa dua piring di tangannya.
"Aku tidak apa-apa" jawabku singkat
"Oh iya nic, ini buat kamu, maaf ya aku cuma bisa memasakkanmu nasi goreng, soalnya tadi aku liat isi kulkasmu ngga ada apa-apa" sambil menyodorkan piringnya kepadaku
"Udah nggapapa toh bukan kesalahan kamu, oh iya gimana kalau habis ini kita belanja ? Soalnya emang biasanya aku ngga pernah makan di rumah jadi ya ngga ada bahan makanan gitu deh"
Manda POV
Ha ????? Apa aku tidak salah dengar ? Kenapa dia sangat lembut padaku sekarang ??
Maksudku memang dia orang baik tapi aku tidak berpikir dia akan selembut ini padaku
Ehm hayoooo pada penasaran kan siapa sih nicho sebenarnya dan apa pekerjaannya ? Dan kenapa dia sangat lembut pada manda ^.^ Tunggu in aja ya next part nya kalau yang komen sama vot banyak bakal nambahin semangat mochi buat lanjutin ceritanya :)
Salam manis dari mochi ^_^
TBC...

SHE IS MY LADY 5


Hai readers ketemu lagi bareng mochi. 
Sorry ya tiba-tiba upded ngga jelas :v
Hmm yang pengen tau silahkan baca sendiri ya hehehe... 
Selamat membaca...
On the way
Sejak berada di pesawat nicho terus saja melihatku ....
"Ehm nicho, apa kamu sakit ?"
"Tidak manda, aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu"
"Apa yang ingin kau tanyakan ?" aku mencoba mendekat padanya
"Sudahlah lupakan, aku akan bertanya padamu nanti, setelah aku meyakini sesuatu."jawab nicho, dan sekarang aku tau nicho ingin mencari topik pembicaraan lain.
Aku ingin membantunya, jadi aku bertanya duluan
"Nic kita mau kemana ?"
"Kamu masih belum sadar ?" jawabnya sambil sedikit menahan tawa
"Maksud kamu apa?" tanyaku penasaran karena aku melihatnya tersenyum
"Hmm kita bakal ke apartementku" nicho mengatakan itu kepadaku, tp apa maksudnya, what kami berarti akan tinggal satu kamar dan hanya kami berdua.. Pikiranku mendadak ngga karuan membayangkan hal-hal yang iya- iya...
"Sudahlah jangan kawatir, aku tidak akan melakukan apapun padamu"jawab nicho
~~~~~~~~
Sampailah di apartement
Ketika sudah sampai di parkiran, dia memarkirkan mobilnya dengan rapi. Dia menggandeng tanganku, "ayo masuk"perintahnya padaku
Sebelum aku menjawab pertanyaannya dia langsung menarik tanganku untuk berjalan mengikuti dirinya..
"Apa dia tidak salah memilihku ? Aku tau mungkin dia hanya kasihan atau iba padaku tapi jujur saja dengan tampang dan kekayaannya ini dia bisa mendapatkan gadis lebih baik dariku" gumamku dalam hati ketika memasuki apartement pria ini
"Apa kamu lapar nda ?"
"Tidak, aku hanya ingin istirahat"
"Oh iya aku lupa sesuatu" dia mendekatkan dirinya padaku
Nicho POV
Aku tidak tau apa yang ada pada diriku aku mendekatinya, dan cup aku mencium keningnya, dia ternganga melihat kelakuanku
"Selamat datang di jakarta" aku mencoba mengalihkan perhatiannya
TBC...

SHE IS MY LADY 4


Hai readers maafin mochi ya... Baru bisa ngelanjutin ceritanya hehehe... Ini ni gara-gara mochi lagi sibuk buat UKK tp sekarang alhamdulillah udah selesai... Mochi minta doanya ya semoga nilai mochi di tahun ini membaik.. Amin
Happy reading ^_^
Ting ... Tong... Suara bel rumahku berbunyi...
Krekk... Waktu ku buka pintunya, ternyata Nicho sudah ada di depanku.
"Kamu ngapain ke sini ?" tanyaku padanya
"Oh aku cuma nepatin janji buat ketemu sama mami kamu" 
"Eh tunggu dulu,, sekarang kamu kok pakek aku kamu kalau manggil aku ???" jadi aneh gini ya..
"Oh aku cuma mau mencoba lebih dekat sama kamu"... Jawabannya yang tadi membuatku merinding..
"Oh.. Hallo nak nicho " sapa mami yang tiba-tiba keluar dari kamarnya
"Manda , kok nicho ngga di suruh masuk sih ? Ayo silahkan masuk nak." mami mempersilahkan nicho masuk
"Manda kamu buatin minuman ya buat pacar kamu"
"Ehhm iya mi.." jawabku seraya menuju ke dapur
"Mami kira-kira mau ngobrolin apa sih sama nicho" batin ku dalam hati
Selesai berbincang-bincang dengan mami, nicho pamit pulang..
"Emmmh mami tadi ngomongin apa aja sama nicho ?" tanya ku penuh selidik
"Ngga papa kok sayang, mami cuma mau mastiin aja dia anak baik-baik" mami tersenyum padaku
"Terus berarti sekarang aku boleh dong pergi ke jakarta ??"
"Iya sayang" tentu saja boleh sayang kalau ternyata sama nicho, batin mami
"Yey makasih mami" aku mencium pipi mamiku tersayang, entah mengapa aku sangat senang dengan hal ini
Di kamar...
Tring..tring... Suara HPku berbunyi, ternyata sms dari nicho
From nicho : Nda besok aku jemput kamu ya pulang kerja ?
Me : ha ?? Emang kita mau ngapain ??
From nicho : masalahnya mendadak banget.
Me : emang kamu ngga bisa cerita sama aku ?
From nicho : maaf sebelumnya nda, bukannya aku bermaksud memaksa kamu, tapi dua hari lagi aku harus segera ke jakarta, ini urusannya sangat mendadak.. Aku ngga bisa menundanya.. Jadi kamu mau kan ikut sama aku ?
Me : what ??? Dua hari lagi ?? Aku sih ngga masalah, toh mami udah ngijinin tp aku belum ngurus semuanya, seperti pekerjaan dan tempat tinggalku
From nicho : oh masalah itu, tenang aku udah urus semuanya. Tadi aku juga udah bilang ke bos kamu kalau waktunya dipercepat
Me : emangnya kapan kamu ke kantor aku ??
From nicho : sudah ya urusannya udah beres, besok aku jemput kamu sepulang kerja
Me : oke deh sipp
Ke esokan harinya, sesuai janji nicho, dia sudah berada di depan kantorku waktu aku pulang kerja,, 
"Kita mau kemana ? Kamu kan berangkatnya besok."
"Ada masalah yang harus ku selesaikan bersamamu" dia menatapku...
"Oh" aku langsung masuk ke pintu mobil yang sudah di buka olehnya
Di sebuah restoran...
"Kita mau ngapain ke sini ?? " dia menggandengku menuju ke sebuah meja di restoran itu..
"Siska... Kenalin ini pacarku Manda." dia mengenalku dengan seorang perempuan yang cantik atau bisa di bilang cantik sekali..
"Hah ???" wanita itu menatap ku dari atas hingga bawah, lalu dia bangkit dari tempat duduknya
"Ngga salah lo nicho ?? Lo pacaran sama cewe gendut kayak gini ?? Gue ngga bisa pikir ya kemana arah pikiran lo.." gadis itu pergi meninggalkan restoran
Aku menatap gadis itu dengan tatapan kesal dan sedih..
"Kamu ngga papa ? " tiba-tiba nicho bertanya padaku
"Oh aku ngga papa. Udah biasa di gitu in" 
Dia menarik satu kursi dan menyuruhku duduk
"Silahkan pesan makanan" seorang pelayan menghampiri meja kami
Setelah selesai memesan, sambil menunggu makanannya datang kami mengobrol
"Apa ini yang kau masud dengan masalahmu ? " tanyaku pada nicho mencoba mencairkan suasana
"Iya"
"Tapi kenapa kamu melakukannya?" 
"Sebenarnya dia adalah saudara tiriku tapi dia mencintaiku dan aku ngga bisa membalas cintanya" 
Aku tertegun mendengar omongannya...
"Tapi kenapa harus aku ?? Dari sekian banyaknya wanita yang bisa membantumu " tanyaku
Dia hanya diam saja tak merespon pertanyaanku
"Hei nicho jawablah aku" aku berkata sedikit keras padanya
"Mungkin karna ada sesuatu denganmu" jawabnya singkat
Sebelum aku bertanya lagi, seorang pelayan mengantarkankan pesanan kami..
"Sebenarnya aku mempunyai alasan yang sangat kuat untuk memilihmu manda, aku telah menyadari siapa dirimu untukku " batin nicho
Selesai makan nicho mengantarku pulang...
"Jangan lupa ya besok aku jemput kamu jam 8 " nicho berlalu setelah mengingatkanku
Ke esokan hari nya jam 8 tepat nicho sampai ke rumahku..
"Selamat pagi tante , manda sudah bangun ? "
"Hei menurut mu aku wanita apa ? Jam segini belum bangun, apalagi aku memiliki janji" aku keluar dari kamar mendengar suara nicho
"Oh ternyata udah bangun baby ku ini " nicho memanggil ku baby .... Astaga dan itu di depan mami... Aku meleleh oleh panggilannya
"Gimana kamu udah siap ?" 
"Sudah lah,, mi manda berangkat ya.. Bye mami" aku mencium pipi mami
"Tante saya sama manda berangkat dulu"...
Maaf ya readers kalau mochi typo dalam penulisan ceritanya hehehe...
Mochi sangat mengharapkan dukungan dan Komentar kalian ^_^
TBC....

SHE IS MY LADY 3


"Auh.... Kepalaku sakit" ucapku seraya bangun dari tempat tidur.
Tunggu dulu, aku dimana sekarang, kok aku bisa di sini ??
Kulihat langkah seseorang masuk ke dalam ruangan, "untunglah lo udah sadar, btw siapa nama lo ? Dia menatapku dengan sangat intens, 
"aku..... Manda... Kamu siapa ? Apa kamu tau apa yang terjadi padaku ??..... ( maklum karena didikan orang tua yang baik aku tidak terbiasa dengan lo gue an hahaha)
Aku tetap saja berpikir keras kenapa aku ada di sini, " kenalin gue Nicho, kemarin malam gue liat lo tenggelam di pantai.
Btw ngapain lo di sana malem-malem ?" 
aku bingung, oh iya aku ingat kemarin aku "hiks" air mataku menetes, aku tidak ingin mengingat kejadian itu lagi.
Dia datang mengampiri dan memelukku "tenang ya mbak, gue tau lo sedih tapi lo nggak boleh putus asa sama hidup lo"
aku tau ini salah, seharusnya aku tidak bercerita padanya.
Setelah dia mendengarkan ceritaku, kupikir dia pendengar yang cukup baik, sampai dia bicara " udah lo ngga usah kuatir, lo mau ngga jadi pacar gue ?? Gue mau kok nerima semua kekurangan lo, tapi gue punya satu syarat sama lo."
aku sangat terkejut mendengar perkataannya, tapi setelah kupikir-pikir, kenapa aku tidak mencobanya dulu, toh dia kayaknya orang yang baik, apalagi dia udah nyelametin nyawaku.
"Iya..a aku mau.. Apa syaratnya ?? Tapi jangan yang aneh-aneh ya" ucapku gugup padanya
Wah cewe ini kayaknya bener-bener putus asa deh, kasihan banget sih. Batin nicho...
"Syaratnya gampang kok, lo cuma harus ikut gue balik ke Jakarta" 
what aku harus gimana, trus kerjaan aku gimana .?? Trus emang mami bakal ngijinin ? Aku berpikir sangat keras lagi
"Aku butuh waktu buat tanya ke mamiku"ucapku padanya, 
" oh ya tapi ingat gue cuma kasih lo waktu 2 minggu, jadi pikir baik-baik ya... Dan lo ngga boleh nyesel ataupun mutusin gue minimal kita pacaran 6 bulan, deal ??? " dia menatapku lagi.
Kok perasaanku aneh ya... Aku mengetuk kamar mami...
"Mi..." aku masuk ke dalam, "eh kamu nak, kebetulan sekali, ada yang mau mami omongin sama kamu" aku mengurungkan niatku berbicara pada mami, mungkin besok aja.. "Gini sayang, mami sama sahabat mami mau jodohin anak-anak kita,
ehm berhubung setau mami kamu ngga punya pacar kamu mau kan mami kenalin sama anak sahabat mami ??" mau menatapku dengan penuh harap.
Memang anak sahabat mami bakal mau nerima aku ?, pikirku
"Iya mi, tapi kalau misal perjodohannya batal, ijinin manda buat cari cinta sejati manda sendiri ya ? "


"Iya mi, tapi kalau misal perjodohannya batal, ijinin manda buat cari cinta sejati manda sendiri ya ? "

Ke esokan harinya, aku dan mami bersiap untuk pergi ke restoran tempat ketemuan, sesampainya di restoran, kami pun langsung masuk kedalam, katanya temennya udah nunggu di dalam,
"Hallo Rina" sapa tante jeny teman mami, "ini ya manda ?? Silahkan duduk." dia menyuruhku untuk duduk.
Tapi sebelum aku sampai duduk tita-tiba laki-laki itu berdiri "Mami gila ya ??? Kok bisa-bisa nya sih mami jodohin aku sama cewe gendut kaya gini, aku NGGAK MAU MI TITIK." "Dion !!!!" laki-laki itu pergi meninggalkan meja makan,
"permisi ya mi, tante aku mau ke toilet dulu." aku menangis sejadi-jadinya di toilet, semua memang benar, aku cewe jelek, GENDUT, DAN GAK TAU DIRI.
"Sayang maafin mami ya, mami ngga nyangka Dion bakal berlaku kayak gitu ke kamu.." mami datang dan memelukku..
Sesampainya di rumah, aku mencoba untuk bicara pada mami... "Mi.. Manda boleh ngga pergi ke Jakarta?" aku mengucapnya pelan, mami kaget dengan perkataanku,
"kamu ke sana sama siapa sayang ? Trus gimana kerjaan kamu di sini ?" mami sangat cemas mendengar permintaanku, 
"aku kesana sama pacar aku mi, tenang aja aku tadi udah bicara sama direktur, katanya aku boleh pindah ke cabang perusahaan di jakarta"
"Loh sayang kamu udah punya pacar ?? Kenapa ngga bilang sama mami kemarin ??? Kamu boleh ke sana tapi kenalin dulu pacar kamu sama mami, biar nanti mami selidiki dulu dia .jaga-jaga kalau ada apa-apa sama kamu.. Trus urusan gimana nantinya kamu disana biar mami pikirin dulu..."
TBC....

Friday, 2 September 2016

SHE IS MY LADY 2


Tatapannya kepadaku, seakan membuat jantungku berhenti bedetak, "apa kau bisa bangun ?" tanyanya cemas padaku, huh mungkin sekarang wajahku seperti kepiting rebus karena saking meronanya.
"Permisi apa kau dari perusahaan light company ??" tanyanya padaku, aku melihat ke spanduk yang kubawa, " ah.. Iya" tiba-tiba aku merasa sangat bego sekali, "mungkin ini yang namanya salah tingkah" pikirku dalam hati, "perkenalkan saya Revan Dirga Rahmadhan, saya wakil direktur baru light company" dia tersenyum padaku, "oh.. Selamat siang pak !!! Maaf saya tidak mengenali anda" tiba-tiba aku berbicara formal padanya, aku baru menyadari dia adalah atasanku, hehehe, dia tersenyum ke arahku.
Kemudian kami berjalan menuju ke mobil, "bisakah kau langsung mengantarku ke rumah ? Aku tidak ingin langsung ke perusahaan." tanyanya padaku.
"Tentu saja pak" jawabku singkat, selama perjalanan kami hanya diam saja, aku melihatnya dari kaca spion bagian depan mengemudi, dia pria yang sangat tampan, tangannya sangat hangat, astaga aku jatuh cinta pada laki-laki ini, "tunggu dulu, apa dia akan mau dengan keadaanku saat ini ?" pikirku dalam hati.
"Habis ini anda mau kemana" set.. Jantungku di kagetkan oleh pertanyaannya, "saya mungkin akan langung pulang, karena pekerjaan di kantor sudah beres." ucapku sedikit gugup, 

"berhenti, kita sudah sampai, terima kasih sudah mengantar saya ! " ucapnya padaku, "baik pak, anda tak perlu sungkan !" jawabku tersenyum padanya, "baiklah, hati- hati di jalan" dia masuk ke dalam rumahnya.
Ke esokan harinya, di kantor sangat sibuk, karena akan ada upacara penyambutan wakil direktur baru, aku yang saat itu sangat sibuk, dikejutkan oleh suara "ehmm boleh saya masuk ?" ucap seseorang padaku, "apa kau sibuk ? Bisa kita bicara sebentar ?" dia terus menyerangku dengan pertanyaan-pertanyaan, "oh.. Tidak, ada keperluan apa pak ? " tanyaku kepadanya, rekan-rekan kerjaku semua bebisik tentang apa yang sedang dilakukan wakil direktur itu denganku. "Akhir-akhir ini aku sungguh kelelahan, apa kau bisa membantuku ?" tanyanya, 
"tentu pak jika saya bisa" jawabku padanya, "dan bisakah kau jangan bicara formal padaku ? Aku ingin kita berteman, lagi pula ini pertama kalinya aku bekerja di Indonesia setelah beberapa tahun ini di Singapura", aku menganggukan kepalaku mendengar perkataannya.
Kami menjalani hari-hari bersama selama sebulan terakhir ini, sampai suatu ketika, aku tidak bisa menahannya dan 
tok..tok..tok.. 
"Bolehkah aku masuk ?? " aku menghampiri ruangan Revan, "oh silahkan Manda, aku sedang tidak sibuk" ucapnya tersenyum padaku.
"Ehmm anu... Aku ingin bicara padamu..." "katakanlah Manda, aku akan mendengarnya" jawabnya dengan sangat lembut,
"begini, aku tahu, dan aku sadar diri, tapi aku tidak bisa memendamnya lagi,,,, sebenarnya Aku mencintaimu pada pandangan pertama... Maukah kau menerimaku ??" tanyaku, dia hanya memandangku dalam diam, "aku bisa berubah, dan akan terus berusaha berubah jika kau menerimaku," ucapku dengan penuh harap, 
"maaf Manda, tapi aku tidak bisa!!! " dia mengucapkan kalimat jahat itu padaku, aku langsung berlari dari ruangannya.
Sekarang aku sadar, bahwa tidak ada yang mau denganku, aku hidup sendiri melajang selamanya di kota ini, bahkan orang yang sangat baik padaku juga tidak akan mau menjadi pasanganku karena kondisiku ini, aku memang gadis bodoh, kenapa aku tidak menyadari kekuranganku ?? Aku wanita yang sangat gemuk, bagaimana mungkin dia mau padaku. 
Kulajukan mobilku menuju ke pantai, aku menangis sejadi-jadinya di sana.
Sekarang aku sudah sangat putus asa....
Aku mau mati saja !!! Toh tidak ada yang peduli dengan perasaanku, aku berlari menuju ke tengah laut !!!! 
Oh tidak.... Aku memang tidak bisa berenang, mungkin ini memang sudah takdirku untuk mati disini dengan status jomblo gemuk yang mati bunuh diri -_-
Tbc....

She Is My Lady


"Kring
"Kring...kring...kring" bunyi telepon dari ruang kantorku, "Hallo ? " dunia ini memang tak seindah yang kubayangkan, ada saatnya ketika hari-harimu menjadi lebih buruk. Kupikir kehidupanku yang dulu bisa berubah seiringnya waktu, tapi semua sama saja !!! Aku tetaplah menjadi wanita gemuk pemakan segalanya, begitulah orang-orang memanggilku. Hidup tidak adil bukan ? Kenapa semua orang jahat kepadaku ?,
Pernah sesekali aku bermimpi akan ada seorang laki-laki yang dengan setulus hati mau menerima kekuranganku, dan mencintaiku apa adanya, sayangnya semua itu cuma mimpi. "Nona Manda !!! Permisi !!! Nona Manda!!!" seseorang membangunkanku dari lamunanku, "iya pak ?" tanyaku kepada atasanku pak Budi, "berhentilah melamun, dan segeralah pergi ke departemen sebelah untuk meeting, dan jangan lupa untuk menjemput wakil direktur baru di bandara !!!" bentaknya dengan sangat tegas, memang benar tentang gosip yang beredar saat ini, karena atasanku hanya berlaku lemah lembut pada bawahannya yang cantik, dan aku tidak termasuk ke dalamnya.
Ketika aku keluar dari ruanganku "selamat pagi nona Manda !! Apa kau tidak bisa diet sedikit saja !! Aku rasa akhir-akhir ini badanmu semakin melebar !!! Hahaha" sapa salah satu rekan kerjaku di kantor, aku hanya bisa bersabar mendengarkan yang mereka semua katakan padaku, karena semua itu hanya akan menambah siksaan di hatiku.
Berbagai metode diet sudah aku lakukan, tapi percuma aku selalu saja gagal dan berhenti di tengah-tengah. Aku terkadang berpikir, kenapa tidak ada yang mau berteman denganku ?? Mereka semua melihatku dengan tatapan jijiknya, Oh My God.... Tolonglah aku !!!. Akhirnya aku sampai di departemen perusahaan ini untuk meeting, yah seperti biasa aku selalu sukses dalam hal bekerja sama dengan klien, kini waktunya aku menjemput wakil direktur baru di bandara. Sesampainya di bandara, aku tidak melihat seorangpun yang menghampiriku, padahal aku sudah membawa spanduk selamat datang untuknya.
Tiba-tiba "brukk" aku terpeleset ketika aku hendak pergi untuk menelpon, "apa kamu tidak apa-apa ?? " pria itu mengulurkan tangannya menolongku, seketika itu aku jatuh cinta pada pandangan pertama...
Tbc....