Yak semua berawal saat aku SMP,
namaku Dina Larasati biasa dipanggil dina, aku siswa pindahan dari luar
kota. Waktu pertama pindah ke Jakarta
aku ngga kenal siapapun, hari demi hari aku lalui sendiri, mau gimana lagi aku
di sini Cuma sama bi ijah, pembantu setia mamaku. Mama sama papaku lagi keluar
negeri untuk urusan bisnis, jadi bi ijah lahyang mengurus semua kebutuhanku di
sini termasuk daftar sekolah.
Aku ngga tau sih kenapa tapi bi
ijah daftarin aku ke SMPN Corolla II tempat dimana anak-anak mencari jati diri
masing-masing. Pertama kali masuk sekolah aku berdoa seemoga ini menjadi hari
yang baik untukku, satu langkah aku telah melewati gerbang sekolah yang megah
itu, di sini jarang ada siswa yang peduli dengan orang lain, mereka mempunyai
dunia masing-masing. Aku berjalan memasuki
gedung tua yang indah itu, aku bingung harus kemana, mereka semua tidak
memperdulikanku sampai akhirnya aku bertemu dengan seorang guru yang menyapaku,
aku sempat kaget. Tapi bagusnya dia tahu tentang kepindahanku, kamipun menuju
ruang kepala sekolah. Wah tak ku sangka dia sangat ramah padaku, setelah aku
duduk guru itu meninggalkan ku di ruang kepala sekolah. Aku menunggu beberapa
saat, dan muncullahwanita paruh baya mengenakan sweeter hitam berkaus kaki
putih, dia tersenyum memandangku, kemudian dia mengantarku ke asrama dan
memberiku sebuah kunci kamar. Yak aku masuk kedalam kamarku,tak kusangka di
dalam sudah ada seorang gadis yang menungguku, dia orangnya pendiam dan hanya
memberiku sepotong kue. Kata Bu kepsek dia orangnya memang tidak mudah untuk
bergaul, makanya dia selalu sendiri selaama ini.
Akupun mendekatinya dan
berkenalan dengannya. Namanya siska, awalnyasih canggung tapi setelah kami tau
kita berasal dari kota yang sama, diapun mulai akrap padaku. Kami mengobrol
sampai jam 11malam dan tertidur. Hari menjelang pagi, bel pun berbunyi,
waktunya semua murid untuk segera berkumpul di lapangan. Aku dan siska segera
berlari karna tadi kami bangun kesiangan.
Hari ini pelatihan dasar dan
pengenalan tempat bagi siswa baru, yah untunglah aku segera pindah kesini waktu
lulus SD, aku dan siska mempunyai kesamaan di bidang musik, kami berlatih
bersama untuk tampil di balai kota minggu depan. Mau gimana lagi kepala sekolah
sendiri yang memintanya jadi kami tidak bisa menolak, selain musik, disana juga
di tampilkan seni tari,lukis,fasionshow, dan drama. Tak terasa inilah sudah
saatnya pergi ke balai kota, aku senang sekali akhirnya bisa menghirup udara
segar. Oh iya semua gadis di sini berbicara tentang cowok-cowok SMAN Discovery,
katanya sih ganteng-ganteng tapi sudahlah aku ngga peduli. Aku berangkat
bersama rombongan dan sampai pukul 1 siang. Bu merlin(kepala sekolah)
membebaskan kami bermain dan menikmati hiburan di sana, tapi harus segera
kembali pukul 3 tepat karena kami harus tampil.
Aku berkeliling dengan siska
menikmati berbagai macam kuliner yang dijual di sana, tapi kemudian kami
berpisah, aku ngga tau jalan di sini, aku berteriak memanggil-manggil siska,
tapi terlalu banyak orang di sini. ;Brukk;; aku terjatuh, tapi orang itu segera
mengangkatku. Dia terus memandangiku begitupun aku memandanginya. Huh laki-laki
itu sangat tampan (batinku). Terdengar suara siska memanggilku dan dia langsung
menarik tanganku. Aku mencoba melihat ke belakang tapi laki-laki itu sudah menghilang,
aku terus berpikir tentangnya, tapi aku tetap harus tampil dulu mengisi acara.
Akhirnya selesai juga, kamipun kembali ke asrama,, sesampainya di kamar aku
teringat dengan pemuda itu. Tiba-tiba siska membangunkanku dari lamunanku
tentang pemuda tadi.
Ke esokan harinya sekolah
berencana akan mengadakan bakti sosial dan bekerja sama dengan SMAN Discovery,
kami menyiapkan semuanya selama dua hari, huh lelah sekali tapi di balik itu
semua setelah bakti sosial selesai , akan ada pesta di aula untuk merayakan
keberhasilan mengadakan bakti sosial. Sewaktu aku ingin ke toilet sebentar
tiba-tiba aku berpas-pasan dengan pemuda yang pernah aku temui, aku tidak
menyangka, ternyata dia murid kelas 2 SMAN Discovery. Dia langsung menggandeng
tanganku dan mengajakku ke taman, dia menatapku, tatapan lembut yang belum
pernah aku rasakan, kamipun saling mengakui jatuh cinta pada pandangan pertama,
astaga setelah dia tahu aku juga menyukainya, dia langsung mengecup bibirku
tanpa ragu. Aku pun terdiam, suasana menjadi sunyi, tiba-tiba dia bertanya
siapa namaku dan kini aku tau namanya Hery. Dia mengantarku kembali ke ruang
pesta. Aku segera meninggalkannya karena takut akan ada yang curiga. Sejak saat
itu kami mulai berhubungan via phone, walaupun asrama dekat. Tapi dilarang
keras meninggalkan asrama tanpa ijin, itulah yang membatasi kita. Sebulan berlalu dan hubungan ini
semakin tidak bisa di pisahkan, terkadang dia nekat menemuiku diam-diam di
asrama.

