Followers

Saturday, 20 June 2015

sweet corolla



Yak semua berawal saat aku SMP, namaku Dina Larasati biasa dipanggil dina, aku siswa pindahan dari luar kota.  Waktu pertama pindah ke Jakarta aku ngga kenal siapapun, hari demi hari aku lalui sendiri, mau gimana lagi aku di sini Cuma sama bi ijah, pembantu setia mamaku. Mama sama papaku lagi keluar negeri untuk urusan bisnis, jadi bi ijah lahyang mengurus semua kebutuhanku di sini termasuk daftar sekolah.
Aku ngga tau sih kenapa tapi bi ijah daftarin aku ke SMPN Corolla II tempat dimana anak-anak mencari jati diri masing-masing. Pertama kali masuk sekolah aku berdoa seemoga ini menjadi hari yang baik untukku, satu langkah aku telah melewati gerbang sekolah yang megah itu, di sini jarang ada siswa yang peduli dengan orang lain, mereka mempunyai dunia masing-masing. Aku berjalan memasuki  gedung tua yang indah itu, aku bingung harus kemana, mereka semua tidak memperdulikanku sampai akhirnya aku bertemu dengan seorang guru yang menyapaku, aku sempat kaget. Tapi bagusnya dia tahu tentang kepindahanku, kamipun menuju ruang kepala sekolah. Wah tak ku sangka dia sangat ramah padaku, setelah aku duduk guru itu meninggalkan ku di ruang kepala sekolah. Aku menunggu beberapa saat, dan muncullahwanita paruh baya mengenakan sweeter hitam berkaus kaki putih, dia tersenyum memandangku, kemudian dia mengantarku ke asrama dan memberiku sebuah kunci kamar. Yak aku masuk kedalam kamarku,tak kusangka di dalam sudah ada seorang gadis yang menungguku, dia orangnya pendiam dan hanya memberiku sepotong kue. Kata Bu kepsek dia orangnya memang tidak mudah untuk bergaul, makanya dia selalu sendiri selaama ini.
Akupun mendekatinya dan berkenalan dengannya. Namanya siska, awalnyasih canggung tapi setelah kami tau kita berasal dari kota yang sama, diapun mulai akrap padaku. Kami mengobrol sampai jam 11malam dan tertidur. Hari menjelang pagi, bel pun berbunyi, waktunya semua murid untuk segera berkumpul di lapangan. Aku dan siska segera berlari karna tadi kami bangun kesiangan.
Hari ini pelatihan dasar dan pengenalan tempat bagi siswa baru, yah untunglah aku segera pindah kesini waktu lulus SD, aku dan siska mempunyai kesamaan di bidang musik, kami berlatih bersama untuk tampil di balai kota minggu depan. Mau gimana lagi kepala sekolah sendiri yang memintanya jadi kami tidak bisa menolak, selain musik, disana juga di tampilkan seni tari,lukis,fasionshow, dan drama. Tak terasa inilah sudah saatnya pergi ke balai kota, aku senang sekali akhirnya bisa menghirup udara segar. Oh iya semua gadis di sini berbicara tentang cowok-cowok SMAN Discovery, katanya sih ganteng-ganteng tapi sudahlah aku ngga peduli. Aku berangkat bersama rombongan dan sampai pukul 1 siang. Bu merlin(kepala sekolah) membebaskan kami bermain dan menikmati hiburan di sana, tapi harus segera kembali pukul 3 tepat karena kami harus tampil.
Aku berkeliling dengan siska menikmati berbagai macam kuliner yang dijual di sana, tapi kemudian kami berpisah, aku ngga tau jalan di sini, aku berteriak memanggil-manggil siska, tapi terlalu banyak orang di sini. ;Brukk;; aku terjatuh, tapi orang itu segera mengangkatku. Dia terus memandangiku begitupun aku memandanginya. Huh laki-laki itu sangat tampan (batinku). Terdengar suara siska memanggilku dan dia langsung menarik tanganku. Aku mencoba melihat ke belakang tapi laki-laki itu sudah menghilang, aku terus berpikir tentangnya, tapi aku tetap harus tampil dulu mengisi acara. Akhirnya selesai juga, kamipun kembali ke asrama,, sesampainya di kamar aku teringat dengan pemuda itu. Tiba-tiba siska membangunkanku dari lamunanku tentang pemuda tadi.
Ke esokan harinya sekolah berencana akan mengadakan bakti sosial dan bekerja sama dengan SMAN Discovery, kami menyiapkan semuanya selama dua hari, huh lelah sekali tapi di balik itu semua setelah bakti sosial selesai , akan ada pesta di aula untuk merayakan keberhasilan mengadakan bakti sosial. Sewaktu aku ingin ke toilet sebentar tiba-tiba aku berpas-pasan dengan pemuda yang pernah aku temui, aku tidak menyangka, ternyata dia murid kelas 2 SMAN Discovery. Dia langsung menggandeng tanganku dan mengajakku ke taman, dia menatapku, tatapan lembut yang belum pernah aku rasakan, kamipun saling mengakui jatuh cinta pada pandangan pertama, astaga setelah dia tahu aku juga menyukainya, dia langsung mengecup bibirku tanpa ragu. Aku pun terdiam, suasana menjadi sunyi, tiba-tiba dia bertanya siapa namaku dan kini aku tau namanya Hery. Dia mengantarku kembali ke ruang pesta. Aku segera meninggalkannya karena takut akan ada yang curiga. Sejak saat itu kami mulai berhubungan via phone, walaupun asrama dekat. Tapi dilarang keras meninggalkan asrama tanpa ijin, itulah yang membatasi kita. Sebulan berlalu dan hubungan ini semakin tidak bisa di pisahkan, terkadang dia nekat menemuiku diam-diam di asrama.   

No comments:

Post a Comment